Showing posts with label Tips. Show all posts
Showing posts with label Tips. Show all posts

Wednesday, 16 March 2016

Prosedur Keselamatan dan Penggunaan Alat Ukur

Pembakaran 
Dibutuhkan 3 unsur atau kompoenen agar terjadi proses pembakaran pada tipe mesin pembakaran didalam yaitu : 
  1. Udara 
  2. Bahan bakar 
  3. Pengapian 
Pada mesin bensin lentikan bunga api dari busi akan menyebabkan campuran bahan bakar dengan udara terbakar didalam ruang bakar. Tekanan yang tinggi akan terjadi akibat dari pembakaran tersebut sehingga mendorong torak bergerak kebagian bawah silinder. 
Pada mesin disel udara yang ada didalam silinder dikompresikan hingga pada tekanan yang tinggi dan menghasilkan temperatur yang dapat membakar bahan bakar disel yang disemprotkan ke udara yang bertemperatur tinggi tersebut, dan pembakaran terjadi pada ruang bakar Tekanan yang tinggi akibat pembakaran akan mendorong torak kebagian bawah silinder. 

Akibat proses pembakaran maka pipa pengeluaran (knalpot) akan mengeluarkan unsur-unsur seperti berikut: 
  1. Air 
  2. Karbon dioksid 
  3. Karbon monoksid 
  4. Nitrogen oksid 
Karbon monoksid, adalah sangat berbahaya pada kesehatan sebab pada batas tertentu dapat menyebabkan kematian. 
Campuran Stoisiometrik adalah keadaan gambaran ketepatan perbandingan udara dan bahan bakar yang diukur berdasarkan berat, bilamana diharapkan bensin dapat terbakar secara sempurna. Perbandingan antara bahan bakar dengan udara adalah 14,7 : 1 artinya adalah 14,7 kg udara bercampur dengan 1kg bahan bakar. 
Campuran kurus adalah gambaran keadaan bilamana udara yang masuk kedalam silinder terlalu banyak ataupun bahan bakar yang masuk terlalu sedikit pada tahapan pembakaran. (Temperatur nyala bakar akan sangat tinggi dan menyebabkan mesin rusak).
Campuran gemuk adalah gambaran keadaan bilamana udara yang masuk kedalam silinder terlalu sedikit ataupun bahan bakar yang masuk terlalu banyak pada tahapan pembakaran. (Pembakaran dengan temperatur yang rendah akan menhasilkan karbon hitam yang tidak terbakar.) 

Keselamatan 
Apabila mesin dihidupkan pada ruang terbatas, didalam bengkel, maka system pembuangan gas bekas harus dipasangkan pada pipa buang mesin (knalpot) agar gas bekas tersebut dapat terbuang ke udara bebas (diluar). 

pembuangan karbon konomsid
Gambar 1 : Pembuangan Karbon Monoksid 

Hal-hal yang perlu diperhatikan dan dilakukan dalam tindakan pencegahan kecelakaan kerja sebelum maupun pada saat bekerja pada kenderaan adalah : 
  1. Apabila mesin dalam keadaan bekerja (hidup) maka sambungkanlah system pembuangan gas bekas pada pipa pembuangan kenderaan (knalpot) 
  2. Memberi ganjal pada roda dan yakinkan rem tangan dalam keadaan bekerja juga gigi transmisi pada posisi bebas (untuk transmisi manual posisi netral dan untuk transmisi otomatis pada posisi parkir) 
  3. Menggunakan pembungkus bodi. 
  4. Hati-hati dan hindarilah komponen yang bergerak maupun komponen yang panas. 
  5. Menghindari adanya benda logam yang terkena atau tersambung pada terminal batere. 
  6. Apabila jenis kenderaan yang dikerjakan adalah jenis kabnya dapat diangkat maka berilah batang penyanggah pada kab tersebut. 
gunakan batang penyangga
Gambar 2 : Selalu Gunakan Batang Penyangga

Komponen-komponen yang dapat menyebabkan kecelakaan bagi pekerja pada saat mesin beroperasi (hidup) adalah : 
  1. Kipas pendingin mesin. 
  2. Tali kipas dan fuly 
  3. Manifol buang dan pipa buang 
  4. Sistem pendinginan mesin (radiator dan slang panas) 
  5. Tegangan tinggi pada sistem pengapian 
Bilamana diperlukan kenderaan harus didongkrak karena akan bekerja dibawah kenderaan tersebut maka sebelum kenderaan diangkat maka roda harus terlebih dahulu diganjal, dan memasang penyanggah untuk menahan beratnya kenderaan.

mendongkrak dan mengganjal kendaraan
Gambar 3 : Mendongkrak dan Mengganjal Kendaraan

Apabila terdapat pekerjaan yang menggunakan nyala api di dalam bengkel tempat mengerjakan kenderaan yang menggunakan bahan bakar LPG, maka tindakan pencegahan kecelakaan kerja berikut ini harus diikuti: 
Kenderaan yang menggunakan bahan bakar LPG harus diparkir dengan jarak 3 meter dari sumber nyala api. Apabila kita bekerja pada daerah yang terdapat nyala api yang berjarak 2 meter dan pekerjaan yang menggunakan nyala api tersebut tidak mungkin dihentikan maka tangki LPG harus dilepaskan dari kenderaan secara benar. 
Apabila mengontrol jumlah air pendingin dalam kondisi mesin panas, maka ikutilah hal-hal berikut guna mencegah kecelakaan kerja. 
  1. Jika memungkinkan tunggulah mesin kenderaan hingga dingin setelah itu periksalah air pendingin. 
  2. Menutup tutup radiator dengan kain penutup yang sesuai untuk mencegah panas yang keluar dari tutup radiator, dan secara perlahan-lahan bukalah tutup radiator dengan memutarnya searah jarum jam hingga tekanan didalam radiator telah terlepas. 
  3. Menekan tutup radiator kebagian bawah berlawanan dengan pegas penekan dan selanjutnya putarlah tutup radiator searah jarum jam dan lepaskanlah tutup radiator tersebut. 
Di dalam bengkel sebaiknya mesin jangan dihidupkan tanpa saringan udara terpasang, karena dapat saja ada benda yang terisap masuk dan merusak mesin. Apabila terjadi nyala balik dari karburator maka saringan udara akan mencegah kemungkinan kejadian kebakaran pada mesin tersebut.

Sunday, 13 March 2016

Penanganan Zat Kimia dan Bahan Berbahaya Lainnya

Zat-zat Berbahaya yang Digunakan dalam Perbaikan & Perawatan Mesin 
Sebagian besar zat kimia berbahaya yang digunakan dalam perbaikan dan perawatan mesin digunakan untuk membersihkan blok dan kepala mesin. Zat-zat kimia bersifat sangat caustic (dapat membakar kulit) – dapat mengakibatkan luka bakar serius, khususnya bila terkena mata. Jika zat kimia mengandung soda caustic (nama kimianya : Sodium Hidroksida) harus ditangani dengan sangat hati-hati. Zat tersebut menghasilkan panas pada saat dilarutkan dan jika dikerjakan dengan tidak benar, larutan tersebut dapat muncrat ke mata. 
Dua zat kimia yang biasa digunakan adalah Alkaline Soak Tank Degreaser dan Heavy Duty Alkaline Powder yang mengandung Soda Caustic, zat kimia yang bersifat korosif. 
Pada saat menyiapkan zat kimia ini untuk bagian mencuci tangki, petunjuk pemakaian harus benar-benar dipatuhi. 

Peralatan pelindung yang harus dipakai adalah : 
  1. Sarung tangan anti zat kimia. 
  2. Kaca mata pelindung dan masker pelindung. 
  3. Pakaian pelindung. 
  4. Sepatu kerja yang kuat. 
Penanganan Zat Kimia dan Bahan Berbahaya Lainnya

Minyak tanah dapat digunakan untuk membersihkan bagian-bagian mesin dan pelumas. Minyak tanah tidak korosif akan tetapi sebagai pelarut yang dapat menyebabkan dermatitis dan iritasi pada mata. Sarung tangan dan kaca mata pelindung harus dipakai. 
Bensin – digunakan untuk membersihkan bagian mesin akan tetapi tidak dianjurkan untuk digunakan. Mengandung zat kimia berbahaya (seperti Benzene, adalah pembentuk kangker) dan dapt menguap dengan cepat. Dapat menyebabkan keracunan dengan cara bersentuhan dan dengan terhirup. Juga dapat menyebabkan dermatitis. Jika bensin digunakan harus pada ruangan terbuka sehingga uapnya dapat hilang denga cepat. Sarung tangan dan kaca mata pelindung harus dipakai. 

Zat kimia lain termasuk pelumas semprot Penghilang karat dan pelumas lainnya. Kaca mata pelindung harus dipakai. 
Pembasuh mata harus tersedia di area kerja. Di sana juga harus tersedia keran air. Jika larutan pembersih mesin mengenai mata, harus segera dibasuh dengan banyak air dan dalam waktu yang lama. Petunjuk tindakan keselamatan pemakaian zat kimia harus dipatuhi.

Posisi Badan Yang Benar Saat Mengangkat Barang

Kekuatan Badan Sewaktu Mengangkat 

Gaya grafitasi menarik semua benda ke arah bawah. Bila kita mengangkat sebuah benda, badan kita harus mendapat kekuatan yang cukup untuk mengatasi gaya tersebut dan itu harus dikerjakan melalui tangan dan punggung. Tangan bertindak sebagai tuas dan kekuatan yang diperlukan untuk mengangkat adalah otot-otot, seperti terlihat pada Gambar 1. 

Posisi Badan Yang Benar Saat Mengangkat Barang
Gambar 1 : Kekuatan Badan Sewaktu Mengangkat

Lengan bekerja sebagau tuas dalam Gambar 2. Otot dilengan depan mempunyai tuas yang sangat pendek untuk bekerja, maka kekuatan yang diperlukan untuk mengimbangi berat pada ujung lengan adalah jauh lebuh besar dibandingkan beratnya sendiri. 

Posisi Badan Yang Benar Saat Mengangkat Barang
Gambar 2 : Kekuatan Dilengan Depan

Otot punggung juga bekerja pada lengan yang sangat pendek maka kekuatan yang diperlukan sangat besar. 

Bila suatu beban berat diangkat kekuatan pada punggung dapat memelintir atau meremukkan tulang belakang bagian punggung bawah (lihat Gambar 3). 

Posisi Badan Yang Benar Saat Mengangkat Barang
Gambar 3 : Tampak samping Tulang Belakang

Prinsip-prinsip umum untuk penanganan secara manual yang benar adalah : 
  • Usahakan benda sedekat mungkin, terhadap tulang belakang 
  • Gunakan kedua belah tangan 
  • Gunakan cengkraman tangan yang aman 
  • Gunakan cara yang berirama, hindari bengkokan atau puntiran yang tidak perlu 
  • Gunakan otot kaki untuk memberikan kekuatan mengangkat sepenuhnya (bukan otot punggung), jagalah punggung tetap tegap ketika mengangkat. 
  • Perkecillah ketinggian mengangkat 
  • Bentuklah tim pengangkat bila mungkin. 
Pertimbangkan Sebelum Melakukan Pengangkatan 
Apakah benda itu tidak terlalu besar atau terlalu berat atau terlalu aneh/jelek ? 
Apakah anda harus membungkuk ? 
Apakah benda ada bagian yang bergerak ? 
Seberapa sukar untuk menggenggam dan dapatkah anda menggunakan genggaman anda selama pemindahan? 
Apakah permukaan lantai licin atau tak rata ? 
Sudahkah anda punya pengalaman cukup untuk melaksanakannya dengan aman ? 

Bila jawaban atas pertanyaan-pertanyaan ini memperlihatkan bahwa ada resiko terhadap keselamatan anda atau bahwa pengangkatan mungkin berakhir dengan kecelakaan, buatlah perubahan-perubahan pada tugas itu. 

Pengangkatan Berulang 
Bila pengangkatan perlu dilakukan berulang-ulang resiko akan terluka harus diadakan penilaian yang lebih akurat. The Code of Practice for Manual Handling 1998, menggariskan suatu prosedur untuk diikuti untuk memeriksa resiko yang berhubungan dengan tugas-tugas pengangkatan yang berulang. Dengan mengikutiprosedur yang diberikan dalam bagian 7.2.1 (halaman 29, gambar 6) satu nomor dapat diperoleh yang memberikan indikasi dari resiko yang termasuk Kode kemudian menunjukkan rekomendasi pada bagaimana untuk memulai. 

Tim Pengangkat 
Satu cara untuk melaksanakan pengangkatan dengan aman adalah mengangkat bersama-sama dengan orang lain sebagai satu tim. Jika anda melakukan ini maka ada peraturan praktis untuk diikuti yang akan menolong anda menyelesaikan tugas tanpa kecelakaan. 
Rencanakan pengangkatan itu sebelum anda mulai. 
Yakinkan bahwa anggota tim rata-rata sama tinggi. 
Tunjuklah satu orang yang memberi aba-aba pengangkatan. 

Cara Pengangkatan 
Tempatkan kaki dekat pada sisi-sisi benda yang akan diangkat (Gambar 4). Jika benda cukup kecil, tempatkan kaki sedemikian sehingga benda yang akan diangkat dekat pada pusat gaya berat dari badan – yaitu, dekat pada tulang belakang. 
Dengan punggung selurus mungkin, peganglah dengan kuat benda itu dengan kedua belah tangan sehingga pusat berat dari benda berjarak hampir sama dari kedua belah tangan. 
Angkatlah dengan punggung tegap (lurus) dan kaki dibengkokkan (Gambar 5). 
Posisi Badan Yang Benar Saat Mengangkat Barang
Gambar 5 : Posisi Kaki Waktu Mengangkat

Batas Berat Yang Diijinkan 
Umumnya seorang pekerja perorangan yang dewasa tak akan diminta untuk mengangkat, lebih rendah atau membawa suatu benda yang beratnya lebih dari 55 kg tanpa dengan mesin atau bantuan lainnya, yang dapat saja tim pengangkat dan/atau latihan tertentu untuk tugas itu.

Posisi Badan Yang Benar Saat Mengangkat Barang
Gambar 6 : Punggung Tegap dan Gunakan kaki Untuk Mengangkat